IRAMA DEWATA

Barong

Hai, Smansevers…!!!! Pada kesempatan kali ini, Ekspresi akan memberikan cerita menarik dari sebuah pulau nan indah di Indonesia, kalian tahu dimana itu? Yap, Pulau Bali!

Minggu pagi, tepatnya tanggal 3 Mei 2015, terlihat para siswa yang mengerumuni Jalan Ki Mangunsarkoro. Mereka mengerumuni jalan Ki Mangunsarkoro dengan membawa tas-tas besar seperti koper. Pada tau gak ada apa sih? Kenapa pada kumpul Minggu-Minggu? Kenapa pada bawa koper-koper kayak mau pindahan aja. Selain itu juga terdapat pemandangan yang tidak biasa di jalan Ki Mangunsarkoro, yaitu 4 bus besar yang terparkir di tepi jalan Ki Mangunsarkoro. “ Tuh kan! Mereka pada ngapain sih?” mungkin kata-kata ini yang ada di benak para pembaca. Bukan kok, mereka bukan mau pindahan, mereka adalah siswa kelas XI yang akan mengikuti study tour selama lima hari di Pulau Dewata. Sebelum berangkat, para siswa berkumpul di bawah pohon ketepeng guna mendengarkan pengarahan dari Bapak Kepala Sekolah dan berdo’a. Kira-kira sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan yang terdiri dari 4 bus itu meninggalkan sekolah. Rombongan beristirahat sebentar di rumah makan yang berada di Klaten, kemudian rombongan kembali melanjutkan perjalanan.

Pagi harinya, rombongan sampai di pelabuhan Ketapang. Dengan wajah masih mengantuk dan kusut, para siswa turun dari bus dan pindah ke dek penumpang. Banyak para siswa yang naik ke atas guna melihat pemandangan laut bersamaan dengan sunrise. Seketika wajah-wajah mengantuk nan kusut tersebut berubah menjadi wajah senang ketika kamera menjepret-jepret pemandangan sekitar yang indah. Sekitar satu jam, rombongan tiba di seberang tepatnya di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Akhirnya setelah semalaman, rombongan menginjakkan kaki di Bali. Yeay…..akhirnya!!!!

Setelah sampai di Gilimanuk, perjalanan dilanjutkan menuju Hotel Puspa Indah, namun sebelumnya rombongan transit di sebuah rumah makan untuk sarapan dan MCK. Setelah dari rumah makan, rombongan melanjutkan kembali perjalanan menuju Hotel Puspa Indah. Perjalanan dari Gilimanuk menuju hotel sekitar 4 jam. Sesampainya di hotel, rombongan segera check in, mandi dan mempersiapkan diri untuk memulai study tour ke tempat-tempat wisata di Bali.

Setelah persiapan selesai, bus segera bertolak ke sebuah tempat di mana kita dapat bertemu dengan saudara kita, kalian tahu di mana itu? Yap, di Sangeh. Di Sangeh terdapat hutan pala yang sangat luas, selain itu juga terdapat satwa liar yang sangat mirip dengan manusia, yaitu kera. Bagi para penduduk Bali, kera Sangeh sangat dikeramatkan, tidak ada yang berani untuk menangkap maupun mengganggunya. Setelah menyusuri hutan pala, pengunjung disajikan pemandangan sebuah pohon besar. Masyarakat setempat biasa menyebutnya Pohon Lanang Wadon, pohon tersebut tumbuh persis di pelataran depan wisata Sangeh.

Selanjutnya setelah meninggalkan Sangeh, rombongan menuju ke tempat perbelanjaan yang lumayan terkenal, Teman Joger. Ini tempatnya produk-produk Joger yang terkenal akan kata-katanya yang unik. Mulai dari gantungan kunci, baju, pin, sandal dan sepatu pun ada tulisannya. Kemudian, setelah dari Teman Joger, rombongan menuju tempat wisata terakhir hari pertama yaitu Danau Beratan Bedugul. Walaupun suhu di sana dingin, Para rombongan tetap bahagia karena pemandangan yang indah. Setelah dari Bedugul, rombongan kembali ke hotel untuk makan malam dan istirahat.

Hari kedua di Bali, rombongan pertama kali bertolak sekitar pukul 07.00 WITA ke tempat oleh-oleh. Di tempat oleh-oleh tersebut terdapat banyak oleh-oleh khas Bali seperti pie susu. Kedua, kami bertolak untuk menonton pertunjukkan tari Barong. Pertunjukkan tari barong yang sangat indah dengan humor-humor lucu yang dibawakan oleh salah seorang penarinya. Setelah menonton pertunjukkan tari barong, rombongan bertolak ke desa budaya Kertalangu, untuk membeli oleh-oleh dan juga makan siang.

Setelah beristirahat dan berbelanja di Kertalangu, bus berangkat menuju Tanjung Benoa. Tanjung Benoa terkenal akan wahana air nya. Selain itu juga terdapat tempat penangkaran penyu, disana kita bisa melihat macam-macam hewan tidak hanya penyu. Ada juga burung elang, ular, dll.

Setelah satu jam menghabiskan waktu di Tanjung Benoa, rombongan melanjutkan perjalanan ke pantai Pandawa. Tebing-tebing menghiasi perjalanan menuju pantai Pandawa. Sesuai namanya, Pandawa, sepanjang jalan memasuki pantai, terdapat patung yang besar. Sesuai namanya patung-patung itu adalah patung Pandawa Lima (yaiyalah masa pantai Pandawa patungnya Kurawa -_-). Setelah asyik berfoto-foto ria di Pantai Pandawa, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta. Di Pantai Kuta, para siswa menikmati pemandangan sunset dan juga berfoto-foto dengan laut sebagai background-nya.

Sekitar pukul 20.00 WITA, para siswa berkumpul di depan kantin hotel untuk menghadiri perayaan 100 tahun gedung yang telah dipersiapkan pihak hotel. Di acara tersebut banyak anak yang menunjukkan kebolehannya dalam menyanyi.

Hari ketiga, rombongan mulai berkemas-kemas. Koper-koper telah dimasukkan ke dalam bus. Tujuan pertama di hari terakhir di Bali adalah Pantai Sanur. Pantai ini sangat indah dengan pasir 2 warna yaitu pasir putih dan hitam. Puas menikmati pemandangan dan berfoto di Sanur, rombongan diajak untuk bertolak ke sebuah museum yang mengabadikan perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan pulau Bali. Museum tersebut bernama Museum Bajrasandi.

Setelah berpamitan dan mengucapkan banyak terimakasih kepada para pemandu wisata yang telah menemani selama tiga hari di Bali, bus pulang menuju Jawa. Walau berat hati, rombongan terpaksa dan harus kembali ke tanah Jawa. Perjalanan pulang semalaman penuh sungguh sangat melelahkan. Sesuai di jadwal, Kamis 7 Mei 2015 sekitar pukul 11.00 WIB. rombongan tiba di SMA 7 dengan selamat.Yeay!!!! Alhamdulillah. Sekian cerita dari Pulau Dewata tahun ini. Sampai jumpa di cerita berikutnya!!… (mut)

Sunset di Pantai Kuta

Leave a Reply

Your email address will not be published.