Jumat, 29 September 2023, Bidang Kesiswaan SMA Negeri 7 Purworejo mengadakan kegiatan Sosialisasi Toleransi Beragama dan Berbudaya yang berbentuk dialog kebangsaan dalam tema “Moderasi Beragama Membangun Sinergi antar umat Beragama. Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas X hingga XII. Diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk membentuk sikap saling menghargai antar umat beragama, khususnya di lingkungan SMA Negeri 7 Purworejo.

Kegiatan diawali dengan Pengantar dari Waka Kesiswaan SMA Negeri 7 Purworejo, Bapak Drs. Supriyadi. Beliau menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia yang beragam menimbulkan keragaman agama dan budaya, sehingga penting adanya moderasi. Kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SMA Negeri 7 Purworejo. Dalam sambutannya beliaau menyampaikan bahwa pentingnya menyaring informasi agar tidak mudah terpecah belah.

Acara inti berupa dialog kebangsaan yang dipimpin oleh moderator, Ibu Linda Endang S, S.Pd.. Narasumber pertama, Pendeta Yogi Hapsoro, S.Si Theol
GKJ Jenar – Geparang Purworejo. Beliau mengawali dialog dengan ice breaking yang sederhana, namun membangkitkan semangat siswa. Dalam paparannya beliau menyampaikan akan pentingnya moderasi, yaitu merawat Indonesia dari perbedaan.

Dilanjutkan pemateri yang kedua yaitu Bapak KH Ahmad Hamid AK. S.Pd.I dari MUI Purworejo. Beliau menyampaikan bahwa ada empat hal yang penting dari moderasi beragama yaitu, menghormati, menghargai, memberi kesempatan, dan tidak mengganggu. Sedangkan untuk narasumber yang ketiga, Agustinus Agus Subiyanto, S.S., beliau merupakan Penyelenggara Katolik – Kantor Kementerian Agama, Kab Purworejo. Bapak Agustinus menyampaikan tentang ciri-ciri orang yang sudah moderasi atau moderat beragama. Diantaranya punya komitemn kebangsaan yang kuat, mau bersikap toleran, menghindari kekerasan, dan mencintai budayanya sendiri.

Harapan dari dialog ini siswa berusaha mengenal agama lain sehingga tidak mudah membully hal – hal terkait agama. Ke depannya agar semakin menguatkan toleransi beragama dapat mengadakan kegiatan bersama yang sifatnya universal seperti pentas seni lintas agama.
(Wr)